Kemampuan manusia untuk menjelajahi wilayah keruhanian dirinya semakin hari semakin terabaikan. Bahkan sebagian besar orang sama sekali lalai untuk mengenal dirinya sendiri. Pada akhirnya, manusia pun umumnya malas untuk sejenak merenung dan berpikir: “Seberapa pentingkah saya harus menjawab pertanyaan tentang jatidiri ini? “.
(via abuzakarkeling)
Eh !
eh ini puisi, ku beri tahu kamu
sebab ketika merangkainya, aku sambil mikirin kamu !
eh ini adalah aku, aku yakinkan kamu
sebab aku telah direnggutnya menjadi barisan huruf, mengejamu
eh aku lupa, seharusnya ini menjadi rahasia
agar tak ada yang tahu dan kamu abadi di pikiranku !
Cirebon….dalam November yang tak kunjung hujan !
Senin , 12 November 2012
seorang pria tanpa seorang wanita sama halnya hidup di dalam penjara” sial kenapa aku sampai bisa memikirkan hal ini
saya tidak pernah tahu apa yang saya ingin tahu
merenung menjadi ritual yang menyebalkan akhir akhir ini..ritual yang kerap kali singgah di kesunyian paling dasar di dalam hati..menemui kenyataan kenyatan yang hitam melebihi pekatnya malam..sangat suram dan sangat menyebalkan membuat mual..



